3x10^8 m/s

Wednesday, March 25, 2009
Tanyaku pada waktu,

“Apa kau berdilatasi?”

Waktu tidak menjawab, ia hanya tersenyum. Aku tahu arti senyuman itu, dan memang ia berkata:


“Ya, mungkin aku memang berdilatasi. Mungkin berkontraksi. Aku bisa ber-apapun, tergantung sudut pandangmu, tergantung bagaimana kau merasakanku. Pendeknya, itu semua tergantung padamu”


Ya, waktu benar. Aku tidak merasa waktu berdilatasi, justru sebaliknya, bagiku waktu berjalan dengan lebih cepat dari semestinya. Mungkin lebih cepat dari kecepatan cahaya, mungkin sama, mungkin kurang, tapi ia tetap saja berjalan cepat. Ah, mungkin Einstein ingin ia memiliki waktu lebih banyak lagi, seperti juga harapanku agar waktu bisa berdilatasi pada saat aku bahagia.

Satu tahun.
Hampir satu tahun telah berlalu.

Aku merindukan masa-masa itu.

Aku merindukan senyum dan tawa dan tangis yang terjadi.



Aku merindukan mereka yang dulu.



PEDC 2006


AEDC 2007



PEDC 2008... The beginning of great moments


ALSA UNPAD 2008, where I learned not to be selfish


AEDC 2008, the first trophy...and yes, it was because of you, coach.



ITB Expo 2008. In desperate need of gaining money.




And of course, this....





ALSA UI 2008. I love you all: teammates, coach, SEF ITB people




Am I dumb, people? Isn't this a normal feeling that someone may feel?



Waktu, bolehkah kau kuputar kembali?


Ada alasan tertentu mengapa aku tak boleh diputar kembali...


0 comments: