Menunggu

Saturday, April 25, 2009
Mereka datang dan pergi, semua memberi kesan yang berbeda dalam setiap kedatangan dan kepergiannya.

Mereka mencintai dan dicintai, tapi tidak pernah ada yang hampir sempurna.

Mereka membuatku merasakan apa yang orang lain sebut cinta. Manisnya perhatian dan kata-kata gombal. Malam-malam dingin saat tidur terlupakan. Masa-masa indah bersama mimpi-mimpi yang sempat terwujud.


Aku bisa berkata aku sayang mereka.
Aku bisa berkata aku merindukan mereka.
Aku bisa berkata salah satu dari mereka adalah orang yang paling kusayangi.
Aku bisa berbaring berjam-jam hanya untuk memikirkan mereka.


Tapi aku tahu, kau tetap yang nomor satu.


Tujuh tahun, adakah yang pernah mengalahkanmu?


Meskipun mungkin pada akhirnya aku akan gagal.




Aku tak peduli. Aku bisa mencintai yang lain, seutuh yang mereka inginkan. Aku bisa memberikan segala bentuk kasih sayang yang mereka harapkan. Aku bisa melengkapi mereka seperti halnya dua insan yang bersatu. Aku tidak mau menyakiti mereka. Hidup kita berbeda dan hal itu terus berlanjut: aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Menunggu sampai akhirnya kau melabuhkan cintamu di suatu tempat dan membuat semuanya menjadi jelas bagiku, karena kau belum pernah melakukannya.


Rasa itu masih ada. Dan aku ingin tahu, akhir dari perjalanan ini. Berpisah jalan? Atau malah bersatu?



Hanya Tuhan yang tahu.


0 comments: